Lewati ke konten utama
Mangrove Restore
Pandangan udara hutan mangrove pesisir dengan drone survei terbang di atasnya
Sistem drone aerial untuk restorasi pesisir

Restorasi mangrove yang masif dan presisi

Kami memakai drone untuk memetakan, menyebar bibit, dan memantau pertumbuhan mangrove — memangkas waktu dan biaya pemulihan yang selama ini menjadi hambatan terbesar.

Progres

Capaian sampai hari ini

Angka berikut diperbarui setiap bulan dari laporan tim lapangan dan hasil pemetaan drone.

Buka halaman progres

Tentang

Empat pilar kerja kami

Setiap tahap dirancang agar restorasi berjalan cepat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemetaan presisi

Drone memetakan kondisi substrat, pasang surut, dan tutupan lahan untuk menentukan titik tanam yang tepat.

Penyebaran bibit

Penyebaran terpandu koordinat menjangkau area berlumpur dalam yang sulit dan berisiko bagi tim darat.

Monitoring berkala

Pemotretan ulang tiap bulan mengukur tingkat kelangsungan hidup tanpa survei manual menyeluruh.

Kolaborasi lapangan

Kelompok masyarakat pesisir menjadi pelaksana dan penerima manfaat langsung di setiap lokasi.

Mengapa drone mengubah hitungannya

Mengapa drone mengubah hitungannya

Perbandingan metode konvensional dengan pendekatan berbasis drone pada luasan yang sama.

Pelajari metodenya
Waktu pemetaan 20 ha
Metode manual 14 hari
Dengan drone 2,5 hari
−82%
Biaya per hektare
Metode manual Rp 18,4 jt
Dengan drone Rp 6,6 jt
−64%
Cakupan per hari
Metode manual 1,4 ha
Dengan drone 34 ha
24×

Berita

Kabar terbaru

Catatan lapangan, pengembangan teknologi, dan cerita dari komunitas pesisir.

Semua berita
Lapangan
4 menit baca

Muara Gembong menembus 42 hektare area pulih

Siklus penanaman Agustus menambah 6,2 hektare baru. Pemetaan ulang menunjukkan tutupan tajuk yang mulai rapat di blok utara.

Oleh Rina Kusuma

Mari pulihkan pesisir bersama

Dukung pemetaan, penanaman, dan pemantauan mangrove agar ekosistem pesisir kembali berfungsi.