Lewati ke konten utama
Mangrove Restore

Tentang program

Teknologi untuk menutup jarak antara rencana dan pemulihan

Indonesia kehilangan mangrove lebih cepat daripada kemampuan memulihkannya. Kami membangun sistem kerja berbasis drone agar restorasi bisa dikerjakan dalam skala besar tanpa biaya yang tidak masuk akal.

Masalahnya

Restorasi konvensional mahal dan lambat

Survei lokasi dilakukan berjalan kaki di lumpur sedalam paha. Penanaman bergantung pada jumlah orang yang bisa dikerahkan. Pemantauan menuntut kunjungan berulang ke titik yang sama. Akibatnya, sebagian besar anggaran habis untuk mobilisasi, bukan untuk bibit yang benar-benar tumbuh.

  • Survei manual memakan waktu berminggu-minggu untuk satu lokasi.
  • Area berlumpur dalam sering tidak terjangkau tim darat.
  • Tanpa pemantauan rutin, kegagalan tanam baru diketahui terlambat.
  • Biaya mobilisasi menekan luas area yang mampu dipulihkan.

Pendekatan kami

Drone sebagai tulang punggung, komunitas sebagai pelaksana

Drone mengambil alih pekerjaan yang paling mahal jika dilakukan manual: memetakan, menyebar, dan memotret ulang. Tim lapangan dan kelompok masyarakat tetap memegang keputusan ekologis, penyiapan bibit, dan perawatan. Setiap keputusan berpijak pada data yang sama, dan hasilnya dilaporkan terbuka setiap bulan.

Waktu pemetaan 20 ha
Metode manual 14 hari
Dengan drone 2,5 hari
−82%
Biaya per hektare
Metode manual Rp 18,4 jt
Dengan drone Rp 6,6 jt
−64%
Cakupan per hari
Metode manual 1,4 ha
Dengan drone 34 ha
24×

Alur kerja

Lima tahap, berulang setiap siklus

Satu siklus penuh berjalan sekitar empat minggu dan menghasilkan satu laporan bulanan.

  1. 01

    Survei udara

    Pemotretan ortomosaik dan model elevasi untuk membaca substrat serta pola pasang surut.

  2. 02

    Analisis kelayakan

    Citra diolah menjadi peta kesesuaian tanam: spesies, kerapatan, dan titik koordinat.

  3. 03

    Penyebaran bibit

    Propagul disebar mengikuti koordinat hasil analisis, termasuk di area yang sulit dijangkau.

  4. 04

    Pemantauan berkala

    Penerbangan ulang bulanan mengukur tumbuh-tidaknya bibit dan perubahan tutupan.

  5. 05

    Pelaporan terbuka

    Hasil dirangkum menjadi laporan bulanan yang dapat diakses publik di situs ini.

Yang kami kerjakan di setiap lokasi

Pemetaan presisi

Drone memetakan kondisi substrat, pasang surut, dan tutupan lahan untuk menentukan titik tanam yang tepat.

Penyebaran bibit

Penyebaran terpandu koordinat menjangkau area berlumpur dalam yang sulit dan berisiko bagi tim darat.

Monitoring berkala

Pemotretan ulang tiap bulan mengukur tingkat kelangsungan hidup tanpa survei manual menyeluruh.

Kolaborasi lapangan

Kelompok masyarakat pesisir menjadi pelaksana dan penerima manfaat langsung di setiap lokasi.

Tim & mitra

Dikerjakan bersama

Program ini berjalan atas kerja sama pilot drone, ahli ekologi pesisir, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat setempat.

Pilot drone bersertifikat
Ahli ekologi pesisir
Pemerintah daerah
Kelompok masyarakat pesisir

Mari pulihkan pesisir bersama

Dukung pemetaan, penanaman, dan pemantauan mangrove agar ekosistem pesisir kembali berfungsi.