Tentang program
Teknologi untuk menutup jarak antara rencana dan pemulihan
Indonesia kehilangan mangrove lebih cepat daripada kemampuan memulihkannya. Kami membangun sistem kerja berbasis drone agar restorasi bisa dikerjakan dalam skala besar tanpa biaya yang tidak masuk akal.
Masalahnya
Restorasi konvensional mahal dan lambat
Survei lokasi dilakukan berjalan kaki di lumpur sedalam paha. Penanaman bergantung pada jumlah orang yang bisa dikerahkan. Pemantauan menuntut kunjungan berulang ke titik yang sama. Akibatnya, sebagian besar anggaran habis untuk mobilisasi, bukan untuk bibit yang benar-benar tumbuh.
- Survei manual memakan waktu berminggu-minggu untuk satu lokasi.
- Area berlumpur dalam sering tidak terjangkau tim darat.
- Tanpa pemantauan rutin, kegagalan tanam baru diketahui terlambat.
- Biaya mobilisasi menekan luas area yang mampu dipulihkan.
Pendekatan kami
Drone sebagai tulang punggung, komunitas sebagai pelaksana
Drone mengambil alih pekerjaan yang paling mahal jika dilakukan manual: memetakan, menyebar, dan memotret ulang. Tim lapangan dan kelompok masyarakat tetap memegang keputusan ekologis, penyiapan bibit, dan perawatan. Setiap keputusan berpijak pada data yang sama, dan hasilnya dilaporkan terbuka setiap bulan.
Alur kerja
Lima tahap, berulang setiap siklus
Satu siklus penuh berjalan sekitar empat minggu dan menghasilkan satu laporan bulanan.
-
01
Survei udara
Pemotretan ortomosaik dan model elevasi untuk membaca substrat serta pola pasang surut.
-
02
Analisis kelayakan
Citra diolah menjadi peta kesesuaian tanam: spesies, kerapatan, dan titik koordinat.
-
03
Penyebaran bibit
Propagul disebar mengikuti koordinat hasil analisis, termasuk di area yang sulit dijangkau.
-
04
Pemantauan berkala
Penerbangan ulang bulanan mengukur tumbuh-tidaknya bibit dan perubahan tutupan.
-
05
Pelaporan terbuka
Hasil dirangkum menjadi laporan bulanan yang dapat diakses publik di situs ini.
Yang kami kerjakan di setiap lokasi
Pemetaan presisi
Drone memetakan kondisi substrat, pasang surut, dan tutupan lahan untuk menentukan titik tanam yang tepat.
Penyebaran bibit
Penyebaran terpandu koordinat menjangkau area berlumpur dalam yang sulit dan berisiko bagi tim darat.
Monitoring berkala
Pemotretan ulang tiap bulan mengukur tingkat kelangsungan hidup tanpa survei manual menyeluruh.
Kolaborasi lapangan
Kelompok masyarakat pesisir menjadi pelaksana dan penerima manfaat langsung di setiap lokasi.
Tim & mitra
Dikerjakan bersama
Program ini berjalan atas kerja sama pilot drone, ahli ekologi pesisir, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat setempat.
Mari pulihkan pesisir bersama
Dukung pemetaan, penanaman, dan pemantauan mangrove agar ekosistem pesisir kembali berfungsi.